BLORA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora menggelar kegiatan skrining Tuberkulosis (Active Case Finding) melalui pemeriksaan Chest X-Ray (CXR) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, Kamis (27/11/2025) bertempat di Aula Rutan. Kegiatan ini merupakan dukungan Program APBN PHTC Kementerian Kesehatan Tahun 2025 dan dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Puskesmas Kabupaten Blora, serta Tim Vendor X-Ray PT. Cito Putra Utama.
Pada kegiatan ini, Kepala Rutan Blora Sugito beserta jajaran turut hadir dan memantau langsung pelaksanaan skrining sejak tahapan registrasi hingga pemeriksaan. Kehadiran jajaran Rutan menunjukkan komitmen dalam memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai standar pemeriksaan kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan.
Pelaksanaan skrining ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirwatkeshab Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang Penemuan Kasus Tuberkulosis melalui pemeriksaan rontgen dada di 532 UPT Pemasyarakatan pada Tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam pengendalian Tuberkulosis, khususnya di lingkungan Lapas dan Rutan yang memiliki risiko penyebaran penyakit lebih tinggi.

Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan alur pelaksanaan yang dimulai dari proses registrasi, skrining gejala kesehatan, hingga pemeriksaan rontgen dada menggunakan perangkat X-Ray yang disiapkan oleh tim teknis. Seluruh peserta mengikuti tahapan pemeriksaan secara tertib dan sesuai prosedur kesehatan yang telah ditetapkan.
Dari total 155 Warga Binaan yang mengikuti pemeriksaan ini, terdapat 22 orang yang terindikasi sebagai suspect Tuberkulosis berdasarkan hasil skrining gejala dan pemeriksaan CXR. Terhadap peserta dengan hasil suspect telah dilakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat.

Kepala Rutan Blora, Sugito, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Rutan Blora terhadap program nasional penanggulangan Tuberkulosis. “Kami memastikan bahwa layanan kesehatan preventif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan berjalan optimal. Skrining ini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan memberikan penanganan lebih cepat serta tepat sasaran, ” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sugito berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan. Menurutnya, kesehatan warga binaan merupakan tanggung jawab negara dan bagian dari pemenuhan hak dasar yang harus dijaga. “Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan instansi kesehatan terkait dalam menjaga kesehatan warga binaan, ” tutupnya. (Dheni)
