BLORA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, pada Sabtu (29/11/2025). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka monitoring pelaksanaan pembinaan serta memastikan program yang berjalan di UPT Pemasyarakatan se-karesidenan Pati selaras dengan arah kebijakan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Blora, Sugito, bersama para Kepala UPT Pemasyarakatan se-karesidenan Pati turut mendampingi dalam rangkaian kegiatan peninjauan. Kunjungan diawali dengan melihat berbagai hasil karya warga binaan yang dipamerkan di area rutan sebagai representasi pelaksanaan pembinaan kemandirian yang telah berjalan.
Rombongan melihat beragam produk yang dihasilkan, baik dari Rutan Blora maupun UPT Pemasyarakatan lain. Beberapa di antaranya berupa kerajinan kayu, telur asin, roti, serta batik tulis yang menunjukkan ragam kreativitas dan kapasitas pembinaan antar-unit pemasyarakatan dalam lingkup wilayah karesidenan Pati.
Pada kesempatan tersebut, Mardi Santoso menyampaikan bahwa pengembangan hasil karya warga binaan harus mempertimbangkan kebutuhan pasar lokal agar produk yang dihasilkan dapat terserap dengan optimal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-UPT Pemasyarakatan di wilayah karesidenan Pati agar produksi dapat dilakukan secara massal dan berkelanjutan. Selain itu, kerja sama dengan instansi seperti Dinas Kesehatan melalui skema P-IRT dinilai penting agar produk, terutama pangan, terjamin legalitas serta mutu keamanannya.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke area pelaksanaan program pembinaan berbasis keterampilan di Rutan Blora, yaitu pelatihan pertukangan kayu yang telah menghasilkan berbagai produk seperti lemari, kursi, meja, rak, hingga kotak tisu. Hasil karya tersebut menunjukkan bahwa pembinaan telah berjalan secara terarah dan memberikan bekal keterampilan teknis bagi warga binaan sebagai persiapan kemandirian setelah bebas.

Agenda kunjungan berlanjut dengan peninjauan program ketahanan pangan yang telah dikembangkan di lingkungan Rutan Blora. Program ini mencakup budidaya lele, ternak ayam petelur, serta tanaman pangan seperti terong, sawi, dan cabai, yang tidak hanya menjadi media pembelajaran keterampilan tetapi juga menunjang kebutuhan konsumsi internal rutan.
Selanjutnya, Mardi Santoso meninjau area blok hunian warga binaan untuk memastikan kondisi keamanan, kebersihan, serta penerapan standar pemasyarakatan. Peninjauan ini sekaligus menjadi evaluasi terhadap kedisiplinan, tatanan hunian, serta memastikan pembinaan karakter berjalan seiring dengan pembinaan kemandirian.
Mengakhiri kunjungan, Mardi Santoso memberikan apresiasi atas pelaksanaan program yang telah berjalan di Rutan Blora. Ia menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan yang humanis, terukur, dan berdampak nyata bagi warga binaan, sehingga mereka memiliki keterampilan dan kesiapan mental saat kembali ke masyarakat. (Dheni)

Updates.