BLORA - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora melaksanakan kegiatan panen lele sebagai bagian dari implementasi program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka meningkatkan produktivitas serta mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Senin (23/2/2026)
Panen lele tersebut dilaksanakan di area pembinaan Rutan Blora dan dipimpin langsung oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Eko Prasetyo Hanggoro, bersama jajaran petugas. Program budidaya lele ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.
Dalam pelaksanaannya, budidaya lele ini turut melibatkan vendor Bahan Makanan (Bama) sebagai mitra pendukung. Hasil panen selanjutnya dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan dapur Rutan Blora, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pemenuhan konsumsi warga binaan secara lebih efektif dan efisien.
Kepala Rutan Blora, Sugito, menegaskan bahwa sinergi dengan vendor Bama menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program pembinaan. “Melalui kolaborasi ini, hasil budidaya tidak hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam mendukung kebutuhan dapur Rutan. Ini merupakan langkah konkret mendukung ketahanan pangan sekaligus implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, ” tegasnya.
Lebih lanjut, Sugito menambahkan bahwa pembinaan kemandirian seperti budidaya lele diharapkan mampu menumbuhkan etos kerja, tanggung jawab, dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat. “Kami ingin memastikan setiap program pembinaan memiliki dampak berkelanjutan, baik bagi warga binaan maupun bagi penguatan tata kelola di Rutan Blora, ” ujarnya.
Melalui kegiatan panen lele ini, Rutan Blora terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan selaras dengan arah kebijakan Kementerian, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan sebagai wadah pembinaan yang humanis dan berorientasi pada kemandirian.
